
Tekanan bearish pada GBPUSD mereda setelah tren turun selama dua minggu, sementara harga memantul dari level terendah sejak pertengahan November 2023. Pound Sterling berbalik arah dari level retracement Fibonacci 61.8% dari kenaikannya pada Oktober 2023 hingga Februari 2024, yang juga dikenal sebagai “Rasio Emas Fibonacci”. Pergerakan ini sejalan dengan konsolidasi para trader menjelang katalis utama dari Inggris dan AS pekan ini. Garis RSI yang berada di area oversold dan bias bearish pada MACD yang mereda mendukung potensi rebound lebih lanjut, sekaligus menyoroti pola grafik bullish falling wedge pada grafik bulanan. Namun, pasangan ini perlu berhasil diperdagangkan di atas 1.2440 untuk menarik minat beli. Meski begitu, garis support sebelumnya yang terbentuk 4,5 bulan lalu dan Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, masing-masing di sekitar 1.2545 dan 1.2560, akan menjadi hambatan utama bagi kenaikan Cable.
Sebaliknya, support retracement Fibonacci utama yang disebutkan sebelumnya membatasi potensi penurunan langsung pasangan GBPUSD di sekitar 1.2360. Setelah itu, garis bawah falling wedge tersebut, yang terakhir berada di dekat 1.2345, disusul tak lama kemudian oleh level tertinggi Oktober 2023 di 1.2337, dapat menjadi pertahanan terakhir bagi pembeli Pound Sterling sebelum akhirnya menyerah kepada penjual. Dalam skenario tersebut, rasio Fibonacci 78,6% di sekitar 1.2220 akan menjadi perhatian sebelum harga mencapai level terendah akhir 2023 di sekitar 1.2070 dan 1.2037.
Secara keseluruhan, pantulan korektif GBPUSD tampaknya sudah waktunya terjadi, tetapi perjalanan menuju kenaikan akan panjang dan berliku.