
Setelah memuaskan pembeli selama enam minggu berturut-turut, harga emas akhirnya masuk radar para trader bearish, meski sehari sebelumnya sempat memantul dari angka bulat $1.900. Konfirmasi pola rising wedge dan sinyal MACD bearish mendukung para penjual logam ini menjelang peristiwa penting. Namun, RSI yang lemah dan kemungkinan kenaikan suku bunga yang dovish menjadi tantangan bagi bias penurunan. Area horizontal yang mencakup level-level pada awal bulan di sekitar $1.865 tampak sebagai target terdekat jika harga logam ini terus turun. Meski demikian, 200-SMA dan garis support menanjak dari akhir November 2022, masing-masing di sekitar $1.862 dan $1.855, dapat menjadi peluang bagi para penjual logam ini dalam perjalanan menuju target teoretis di sekitar $1.825.
Sementara itu, pemulihan harga emas masih belum meyakinkan selama berada di bawah garis bawah wedge yang disebutkan, yang terbaru di sekitar $1.928. Meski demikian, level tertinggi bulanan di dekat $1.950 dan garis atas pola bearish, di sekitar $1.960, dapat menghambat kenaikan harga lebih lanjut. Puncak pada akhir Maret 2022 di sekitar $1.966 juga menjadi rintangan kenaikan. Jika harga emas bertahan lebih kuat di atas $1.966, peluang terjadinya reli menuju level tertinggi April 2022 di dekat $1.998, lalu ke level psikologis $2.000, tidak dapat dikesampingkan.
Kesimpulannya, harga emas siap mengurangi kenaikan terbarunya, tetapi semuanya bergantung pada seberapa baik The Fed mampu menjaga minat para bull dolar.