Jenis trading saham umumnya bergantung pada jenis order saham. Setelah Anda memilih broker, Anda mungkin ingin segera mulai trading saham. Namun, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan jenis order saham yang akan digunakan. Selain itu, Anda juga perlu mengenali situasi dan kondisi pasar tertentu yang menjadi alasan untuk menggunakan berbagai jenis order saham.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 6 jenis order dasar. Selain itu, kita akan mengidentifikasi situasi yang tepat untuk menggunakannya.
Seperti disebutkan sebelumnya, jenis order saham ditentukan oleh kondisi pasar tertentu dan dapat bergantung pada berbagai faktor. Untuk memilih jenis yang paling sesuai, Anda perlu melakukan analisis pasar secara mendalam dengan mempertimbangkan informasi penting, berita, dan peristiwa yang berkaitan dengan saham. Daftar di bawah ini menjelaskan lima jenis order saham berdasarkan kondisi investasi.
Ini adalah jenis order yang paling umum dan sederhana. Dengan order ini, Anda menyatakan kesediaan untuk membeli atau menjual sejumlah saham tertentu pada harga yang ditetapkan. Dalam beberapa kasus, harga saat Anda membeli atau menjual aset bisa sedikit berbeda dari harga awal. Jangan heran jika melihat perbedaan kecil tersebut.
Jenis order saham ini memungkinkan Anda membatasi harga saat membeli atau menjual saham tertentu. Limit order digunakan untuk menetapkan harga minimum atau maksimum suatu aset. Berbeda dengan order pasar, limit order memiliki kemungkinan tidak tereksekusi.



Sebelum memasang limit order, Anda perlu mempertimbangkan 3 kondisi utama:
Order ini juga dikenal sebagai order AON. Order ini membantu menghindari situasi ketika trader membayar harga berbeda untuk satu order yang terdiri dari beberapa bagian (biasanya saat ingin membeli saham perusahaan dalam jumlah besar). Dengan order ini, Anda dapat menetapkan satu harga untuk seluruh transaksi. Namun, order tersebut bisa tidak terpenuhi jika jumlah saham yang tersedia tidak mencukupi.
Anda mungkin mengenalnya sebagai order saham IOC. Manfaat utamanya adalah trader dapat mengeksekusi sebagian order meskipun tidak seluruh jumlah yang diminta bisa dibeli. Hal ini dapat terjadi saat saham yang tersedia untuk dibeli tidak cukup sehingga saham tidak tersedia pada harga limit atau harga yang lebih baik. Jika situasi ini terjadi, sisa order akan dibatalkan.
Stop order biasanya dibandingkan dengan stop limit order karena keduanya merupakan jenis order saham stop loss. Namun, keduanya sangat berbeda. Teknik ini dapat digunakan jika Anda ingin mengunci profit. Selain itu, jenis order ini lebih fleksibel karena dapat dengan mudah berubah menjadi order pasar saat harga aset mencapai nilai yang telah ditentukan (atau harga stop). Kabar baiknya, order Anda akan dieksekusi dalam kondisi apa pun. Namun, terkadang Anda bahkan tidak akan mengetahui harga sahamnya.
Kita telah meninjau beberapa jenis order trading saham. Trader dapat memilih dari beragam pendekatan dan alat yang memungkinkan mereka melakukan transaksi dengan berbagai cara, bergantung pada situasi pasar, pendekatan yang digunakan, dan pertimbangan penting lainnya. Karena itu, sangat penting untuk memahami pergerakan pasar saham. Dengan begitu, Anda dapat memilih jenis order yang sesuai dan merespons perubahan drastis dengan cepat.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.