
Pelaku pasar melihat konsolidasi pada pergerakan pekan sebelumnya di tengah optimisme yang berhati-hati pada awal Senin. Hal ini berpadu dengan kecemasan menjelang data/peristiwa penting pekan ini, yang menantang para pembeli Dolar AS, tetapi tidak cukup membantu pembeli Emas mempertahankan kendali. Sementara itu, harga minyak mentah masih tertekan setelah mencatat kerugian mingguan terbesar pada 2024, di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik dan kekhawatiran akan turunnya permintaan energi akibat perlambatan ekonomi China.
Dengan demikian, EURUSD melanjutkan pemulihan pekan sebelumnya, sementara GBPUSD berusaha pulih di level terendah tahunan setelah turun selama dua pekan berturut-turut. Selain itu, USDJPY bergerak naik turun di level tertinggi dalam 34 tahun yang tercatat pada Jumat, sedangkan AUDUSD dan NZDUSD mencatat kenaikan harian untuk mengonsolidasikan tren turun selama dua pekan.
Selanjutnya, BTCUSD dan ETHUSD melanjutkan pemulihan setelah tiga pekan berturut-turut melemah, karena berakhirnya peristiwa halving Bitcoin dengan sukses memicu optimisme di kalangan trader kripto.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Dolar AS memulai pekan dengan posisi yang lebih lemah di tengah konsolidasi pasar menjelang data dan peristiwa penting. Berita terkait risiko yang beragam juga dapat menekan greenback.
Terkait katalis risiko, perang dagang AS-China meningkat setelah Kementerian Perdagangan China mengenakan tarif 43,5% atas impor asam propionat dari AS, bahan kimia yang banyak digunakan di bidang pangan, pakan, pestisida, dan medis.
Sementara itu, seorang pejabat senior Iran dikutip Reuters mengatakan, “Tidak ada rencana untuk melakukan pembalasan segera.” Pernyataan ini meredakan kekhawatiran geopolitik seputar perang Israel-Iran dan menekan harga minyak mentah.
Perlu dicatat bahwa Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF, Gita Gopinath, berbicara dalam forum fiskal pada pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia pada Sabtu. Ia menyoroti kekhawatiran dunia yang timbul akibat defisit fiskal AS, serta manfaatnya bagi Dolar AS.
Gita Gopinath dari IMF mengatakan, "Tingkat defisit yang tinggi juga mendukung pertumbuhan dan permintaan di AS, yang memberikan dampak positif bagi negara-negara lain di dunia." Gopinath dari IMF juga menambahkan, "Namun, seiring dengan pertumbuhan tersebut, suku bunga menjadi lebih tinggi dan dolar menguat. Kedua hal terakhir ini menimbulkan lebih banyak tantangan bagi dunia."
Bukan hanya Gopinath, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva juga menyampaikan pesan serupa pada akhir pekan dengan mengatakan bahwa para bankir sentral perlu menuntaskan upaya mengatasi inflasi. Hal ini turut menopang harapan pasar akan suku bunga yang lebih rendah ke depannya.
Meski demikian, Laporan Stabilitas Keuangan Semesteran Federal Reserve AS (Fed) menyebut inflasi yang persisten dan kebijakan yang lebih ketat sebagai risiko terbesar. Laporan tersebut mendorong Dolar AS sedikit menguat meski tidak ada data atau peristiwa besar, terutama menjelang periode blackout selama dua minggu sebelum FOMC, ketika pejabat Fed tidak memberikan komentar.
Di tempat lain, Gubernur Fed Chicago Alan Goolsbee, anggota FOMC yang memiliki hak suara, mengatakan bahwa mereka telah mencapai hasil yang sangat baik dalam mandat ketenagakerjaan, tetapi belum dalam hal inflasi. Pejabat tersebut juga menambahkan, “Tidak produktif untuk berspekulasi mengenai kondisi yang dapat mendorong kenaikan atau pemangkasan suku bunga.”
Akibatnya, Dolar AS dan imbal hasil naik tipis, sementara menekan pembeli Emas dan minyak mentah belakangan ini.
Di sisi lain, USDJPY mengikuti kenaikan imbal hasil dan bergerak di sekitar level tertinggi sejak 1990. Hal ini terjadi meski Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan, “Terlepas dari apa yang akan ditunjukkan data dalam waktu dekat, kami ingin mencari cara dan waktu yang tepat untuk mengurangi jumlah pembelian Japanese Government Bond (JGB).” Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa jika inflasi yang mendasarinya terus meningkat, kemungkinan besar suku bunga akan dinaikkan. Namun, perlu dicatat bahwa Kepala Misi Jepang dari International Monetary Fund (IMF) mendukung Yen yang lebih lemah, dengan menyatakan bahwa dampak pelemahan yen terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang secara keseluruhan positif.
EURUSD pulih dari level terendah tahun ini, meski para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mendorong penurunan suku bunga. Pemulihan ini mungkin terkait dengan data positif terbaru dari kawasan tersebut, serta optimisme IMF terhadap transisi ekonomi di Benua Lama.
Dalam komentar terbarunya, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, “Jika kriteria inflasi terpenuhi, tingkat pembatasan kebijakan moneter saat ini sebaiknya dikurangi.” Senada dengan itu, anggota Dewan Gubernur Francois Villeroy de Galhau menyebutkan bahwa ketegangan di Timur Tengah seharusnya tidak menunda pemangkasan suku bunga pada Juni, dan pemangkasan lebih lanjut dapat menyusul. Selain itu, Madis Muller dari ECB mengatakan bahwa ia memperkirakan masih ada beberapa pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun setelah Juni jika perekonomian sejalan dengan ekspektasi ECB. Sebaliknya, Wunsche dari ECB mengatakan bahwa ia tidak memiliki skenario dasar, tetapi kemungkinan suku bunga hanya dipangkas sekali pada 2024 sangat kecil.
Selain itu, IMF menyatakan bahwa soft landing bagi perekonomian Eropa sudah dalam jangkauan, tetapi belum terjamin. Reuters juga melaporkan bahwa Jerman dikabarkan menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini. Selain itu, pejabat IMF Kammer menyebutkan bahwa ECB perlu siap untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat atau lebih longgar.
Di sisi lain, GBPUSD gagal menguat menanggapi komentar bernada hawkish dari Catherine Mann, pembuat kebijakan Bank of England (BoE), yang mengatakan bahwa bank sentral harus menggunakan otonomi secara efektif. Senada dengan itu, Wakil Gubernur BoE Dave Ramsden menyatakan, “Kami akan mempertimbangkan implikasi Forex terhadap inflasi.”
AUDUSD dan NZDUSD diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS dan optimisme pasar yang berhati-hati, sementara USDCAD menguat tipis di tengah pelemahan harga minyak mentah—komoditas ekspor utama Kanada—serta komentar dovish dari Gubernur Bank of Canada (BoC), Tiff Macklem. Pada akhir pekan, Macklem dari BoC mengatakan, “Inflasi terus menjadi kurang meluas.”
Kecemasan menjelang data/peristiwa berdampak tinggi dapat membatasi pergerakan pasar pada Senin, sementara minimnya katalis dalam kalender juga dapat menguji trader momentum. Hal ini mengisyaratkan bahwa konsolidasi pasar sejak awal hari dapat berlanjut. Meski demikian, data awal Keyakinan Konsumen Zona Euro untuk April, pidato Presiden ECB Lagarde, dan Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed AS untuk Maret dapat memicu pergerakan jangka menengah.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!