
Sentimen terhadap aset berisiko masih negatif pada awal perdagangan Senin setelah berita utama selama akhir pekan menunjukkan meningkatnya keraguan di kalangan trader mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil bank-bank sentral utama. Sentimen juga tertekan oleh pembicaraan mengenai kesepakatan damai di Gaza dan China, serta potensi penutupan pemerintahan AS.
Meski sentimen risk-off menopang dolar AS, greenback kesulitan pulih setelah mencatatkan kerugian mingguan pertamanya dalam enam pekan terakhir. Namun, pelemahan USD tampak kurang meyakinkan karena para pejabat Fed menepis kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi lain, EURUSD bergerak sedikit naik di tengah kesiapan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi, sementara GBPUSD, USDJPY, dan USDCHF belum menunjukkan arah yang jelas. Sementara itu, USDCAD memangkas kerugian mingguan di tengah melemahnya harga minyak mentah, komoditas ekspor utama Kanada. Harga emas juga mencatat penurunan tipis setelah naik selama sepekan.
Di sisi lain, BTCUSD melanjutkan penurunan dari pekan sebelumnya, sementara ETHUSD juga mengikis kenaikan selama empat pekan di tengah sentimen yang beragam di kalangan trader kripto.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya bank sentral utama, serta kekhawatiran geopolitik yang berasal dari AS, China, dan Timur Tengah, membebani sentimen. Meski demikian, meningkatnya perbincangan tentang penutupan pemerintahan AS dan kegagalan Dolar AS untuk menguat setelah para pembuat kebijakan menepis kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi tantangan bagi penjual komoditas. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang turun, tetapi imbal hasil jangka pendek sedikit naik. Hal ini menahan pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) dan menjadi tantangan bagi pembeli Emas dan minyak mentah.
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller dan Lisa Cook bergabung dengan Presiden Fed New York John Williams serta Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker untuk meyakinkan pasar bahwa bank sentral AS akan mengumumkan pemangkasan suku bunga pada paruh kedua 2024. Dengan demikian, para pembuat kebijakan meredam pembicaraan mengenai langkah suku bunga The Fed pada Maret dan Mei, sembari mendukung pemangkasan pada Juni.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan empat pemimpin Kongres pekan ini untuk mencegah penutupan pemerintahan yang mengancam pada hari Jumat.
Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan sikap yang lebih hawkish dan menentang seruan untuk segera memangkas suku bunga. Hal ini menekan Dolar AS dan mendorong kenaikan EURUSD. Di antara pejabat tersebut adalah Presiden Christine Lagarde, Kepala Bundesbank Joachim Nagel, dan Gubernur Bank Yunani Yannis Stournaras. Selain itu, survei ECB yang menunjukkan ekspektasi inflasi Zona Euro untuk tahun depan tetap tinggi turut menopang penguatan Euro dan membebani Dolar AS.
Perundingan damai Gaza juga mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, terutama setelah data AS terbaru yang beragam dan penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang. Kondisi ini mendorong harga Gold naik secara bertahap sekaligus menguji para pembeli minyak.
Sementara itu, potensi meningkatnya ketegangan AS–China, terutama akibat patroli Beijing yang semakin intensif di dekat perbatasan Taiwan, serta survei Inggris yang menunjukkan inflasi meningkat akibat ketegangan di Laut Merah, menopang Dolar AS dan belakangan ini menekan penjual minyak mentah.
Perlu dicatat, komentar negatif ECB tentang Bitcoin mengecewakan pelaku bullish BTCUSD pekan lalu. Bank sentral kawasan tersebut menyatakan bahwa “nilai wajar Bitcoin masih nol”.
Ke depan, para pembuat kebijakan dari Bank of England (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan tampil di hadapan publik dan dapat memicu volatilitas pada pasangan GBPUSD dan EURUSD. Namun, data Pesanan Barang Tahan Lama AS pada Selasa akan dirilis sebelum Indeks Harga PCE Inti AS pada Kamis, yang juga dikenal sebagai indikator inflasi pilihan The Fed, sehingga menjadi perhatian trader sepanjang pekan. Selain itu, pembahasan tentang penutupan pemerintahan AS dan komentar para pembuat kebijakan Federal Reserve, serta berita geopolitik seputar China dan Timur Tengah, juga akan menyibukkan pelaku pasar.
Secara keseluruhan, pekan ini akan kembali menjadi pekan yang sibuk bagi para trader. Namun, sentimen risk-off kemungkinan akan bertahan dan dapat membantu minyak mentah memangkas kerugian mingguan pertamanya dalam tiga pekan, terutama setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan terbesar sejak awal bulan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!