
Pasar mengonsolidasikan pergerakan mingguan pada awal Jumat, sementara para trader cemas menantikan pengumuman penting dari bank sentral dan rilis awal PMI bulan Juli pekan depan. Dengan demikian, Dolar AS memangkas kerugian mingguan pertamanya dalam tiga pekan, sementara EURUSD mulai pulih setelah mengakhiri tren turun selama tiga pekan.
Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi bergerak lesu dan saham-saham Asia-Pasifik sedikit melemah, sementara futures saham AS mencatat kenaikan tipis.
Meski demikian, USDJPY bergerak berlawanan dengan tren di tengah data inflasi Jepang yang beragam dan kekhawatiran bahwa Bank of Japan (BoJ) akan bersikap dovish. NZDUSD juga melemah akibat pesimisme seputar China. Hal yang sama menekan AUDUSD, meskipun para pembeli Aussie belakangan ini berusaha mempertahankan kendali. Perlu diperhatikan bahwa GBPUSD paling diuntungkan oleh pelemahan dolar AS, didukung data Penjualan Ritel Inggris untuk Juni yang lebih baik dari perkiraan.
Di sisi lain, harga minyak mentah naik untuk pekan keempat berturut-turut, sementara harga emas masih bergerak tak menentu setelah turun selama dua hari terakhir.
BTCUSD dan ETHUSD juga melemah meski kinerja Dolar AS lesu, karena para trader kripto khawatir regulasi ketat AS akan segera diberlakukan seiring anggota Partai Republik di DPR AS menyusun kerangka kerja untuk industri ini.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meskipun data inflasi Jepang sebagian besar cukup kuat, penjualan ritel Inggris lebih baik, dan China mengeluarkan serangkaian langkah untuk menopang ekonominya yang melemah, pasar tetap tidak menentu pada awal Jumat. Hal ini mungkin terkait dengan keraguan para trader menjelang data dan peristiwa penting pekan depan, serta belum adanya konfirmasi mengenai perubahan arah kebijakan The Fed dan prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi di China dan Jerman.
Perlu diketahui bahwa data AS yang positif pada hari sebelumnya dan kinerja Wall Street yang lebih kuat membuat imbal hasil obligasi Treasury AS dan Dolar AS tetap menguat, meskipun belakangan tidak banyak pergerakan. Hal yang sama mendorong aset berisiko seperti komoditas, mata uang Antipodean, saham, dan kripto, terutama ketika China gagal meyakinkan pelaku pasar.
Penjualan Ritel Kanada bulan Juni mungkin menjadi katalis terakhir pada hari yang diperkirakan lesu menjelang akhir pekan. Data tersebut diperkirakan melambat. Namun, ketidakmampuan Dolar AS untuk menguat dan kinerja positif minyak, salah satu komoditas ekspor utama Kanada, dapat membantu CAD bertahan lebih kuat. Selain data tersebut, berita utama tentang China, pertumbuhan global, dan bank sentral juga dapat menarik perhatian para trader.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!