
Meski harga emas turun setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, tren bullish emas baru saja dimulai. Para ahli memperkirakan perak berpotensi mencatat kenaikan yang lebih besar. Hal ini dapat membuat ETF BTC yang saat ini menjadi sorotan gagal menarik minat.
Setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan diperdagangkan di atas $2,1k, harga emas terkoreksi. Hal ini membuat sebagian besar pelaku pasar berpikir bahwa itu adalah puncak blow-off. Investor mungkin berpikir harga emas tidak akan pernah mencapai level yang sama lagi. Di sisi lain, para ahli meyakini bahwa ini baru permulaan. Harga emas mulai bersiap untuk mencetak rekor baru.
Kenaikan harga baru-baru ini sebenarnya menandakan bahwa pasar bullish baru akan dimulai, sementara pasar yang lama mulai berakhir. Pasar lama berhasil membangun level support yang kuat bagi harga emas selama beberapa bulan terakhir. Apa pun langkah yang akan diambil FED untuk mengatasi inflasi, harga emas tetap bertahan. Aset ini menunjukkan kemampuannya untuk tetap kuat meski menghadapi berbagai tekanan. Hal ini memicu permintaan yang sangat besar dari para investor.



Bahkan setelah kembali ke $2.000 per ons, emas akan menghadirkan peluang beli yang besar di bawah $2.000. Di satu sisi, harga $2.000 tampak seperti support yang kuat. Di sisi lain, hal itu tidak menjamin harga emas akan turun di bawah level tersebut. Bagaimanapun, kita mungkin akan melihat kenaikan yang signifikan dalam waktu dekat.
Pelaku pasar perlu menerima kenyataan bahwa inflasi masih belum reda. Terlebih lagi, inflasi sangat kecil kemungkinannya untuk turun. Sejumlah analis mengatakan bahwa pasar semakin dekat dengan aksi jual besar-besaran terhadap USD. Masalahnya, The Fed tidak memiliki alat yang efektif untuk mengendalikan inflasi. Yang kita lihat sekarang hanyalah upaya menggonggong tanpa taring.
Satu-satunya cara Federal Reserve dapat merespons krisis keuangan dan fiskal adalah dengan mencetak lebih banyak dolar. Namun, hal itu hanya akan memicu inflasi yang melonjak dan membuat nilai dolar AS terpuruk. Karena itu, emas mungkin menjadi aset yang memimpin kenaikan. Para pakar meyakini bahwa sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli logam kuning.
Perak menawarkan peluang entry yang bahkan lebih baik. Jika perak belum ada dalam portofolio Anda, sekaranglah saat yang tepat untuk memasukkannya. Dengan harga saat ini sekitar $25, nilainya hanya setengah dari level tertinggi dalam 52 minggu. Jadi, peluang harga perak untuk naik cukup besar.
ETF BTC saat ini menjadi sorotan karena pasar menunggu persetujuan resmi. Kenaikan di atas US$42 ribu mengalihkan seluruh perhatian dari emas dan perak. Namun, para ahli meyakini reli tersebut dipicu oleh spekulasi yang meluas akibat berita palsu tentang persetujuan ETF.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!