
Harga emas telah turun dari level tertinggi terbarunya meskipun ada prakiraan positif. Harga logam mulia ini terus menurun setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $2,150 per ons pada sesi trading Asia hari Senin. Sebelumnya, harga aset turun ke level support $2,000, yang membuat sebagian besar analisis berubah menjadi bearish. Sementara itu, investor ritel berusaha tetap tenang dan mempertahankan pandangan bullish.
Menurut survei terbaru, lebih dari separuh pakar Wall Street (53%) berubah bearish. Sebaliknya, investor ritel masih memperkirakan harga emas akan kembali menguat. Sebanyak 59% dari mereka tetap bullish. Analis menyarankan pelaku pasar untuk tetap berhati-hati, dengan mempertimbangkan lonjakan tajam USD pekan lalu.
Dolar AS menguat seiring kenaikan imbal hasil Treasury setelah data inflasi upah dan laporan nonfarm payroll dirilis. Selain itu, The Fed mungkin juga akan melakukan penyesuaian terhadap pergerakan harga emas dalam beberapa pekan mendatang.



Meski sebagian besar pakar kini bersikap bearish, beberapa analis meyakini harga emas akan kembali melonjak tajam pada akhir pekan depan. Pasar telah mengalami pembalikan arah yang tak terduga dan bear trap. Jadi, hal serupa mungkin akan segera terjadi lagi. Namun, kita tetap perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya kondisi latar belakang tertentu. Bagaimanapun, dua faktor utama yang akan menggerakkan harga emas adalah FOMC dan CPI. Keduanya akan menentukan pergerakan harga selanjutnya sepanjang pekan depan.
Sementara investor ritel dan analis mengambil posisi bullish atau bearish, beberapa pakar tetap netral. Jika dilihat dari prospek fundamental jangka panjang, emas tampaknya merupakan instrumen yang cukup positif. Satu-satunya masalah dengan aset ini adalah harganya sangat sensitif terhadap berita dan perubahan geopolitik. Kali ini, laporan ketenagakerjaan yang dirilis lebih kuat dari perkiraan dapat meredam ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Pada saat yang sama, meskipun harga turun di bawah level support sekitar $1.980 per ons, hal itu mungkin menciptakan peluang bullish yang sangat baik. Permintaan lebih lanjut akan mendorong harga naik kembali, dengan harapan The Fed pada akhirnya akan berhenti melakukan pengetatan. Emas memang memulai dengan sangat kuat. Namun, harganya terus turun pekan ini, dengan emas spot turun 3,29%. Saat artikel ini ditulis, emas terakhir diperdagangkan pada harga $1.995,39 per ons, turun 1,60%.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!