Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • 2023-02-02

Inflasi berkepanjangan akan mendorong harga emas ke level tertinggi sepanjang masa

Inflasi berkepanjangan akan mendorong harga emas ke level tertinggi sepanjang masa

Saat pasar menanti Fed menuntaskan pengetatan kebijakan, para pakar inflasi meyakini bahwa inflasi tidak akan melambat secepat yang diperkirakan kebanyakan orang. Meski laporan dan data yang baru dirilis lebih baik dari perkiraan, sejumlah analis yakin bahwa inflasi bisa menjadi masalah yang berlangsung selama satu dekade. Jika demikian, hal ini dapat memicu harga emas mencapai rekor tertinggi.

Momentum Bullish Harga Emas Dimulai

Harga emas mungkin akan mengejar ketertinggalan secara signifikan dan diperkirakan mencapai $2.050 per ons. Para ahli meyakini komoditas ini akan mencetak rekor harga yang melampaui puncak yang disebutkan di atas pada Agustus 2020.

Jadi, kita dapat memperkirakan tren akan berubah dan trader akan bersikap bullish terhadap emas, dengan mempertimbangkan indeks minyak yang naik 200% dan GDX yang turun sekitar 35% pada tahun yang sama.

Di satu sisi, The Fed mengambil langkah untuk meredakan siklus pengetatan agresif guna mengendalikan inflasi. Hal ini membuat pasar memperhitungkan inflasi secara keliru. Begitu The Fed berhenti menaikkan suku bunga, masalah inflasi besar yang baru akan otomatis muncul. Sederhananya, meskipun suku bunga turun, spiral baru ekspektasi inflasi akan mulai terbentuk.

Orang-orang akan menghadapi kenyataan pahit: inflasi tidak akan pernah kembali ke 2% seperti yang dijanjikan The Fed. Terlebih lagi, masalah ini akan berlangsung selama satu dekade. Kebanyakan investor tidak punya pilihan selain mencari instrumen yang stabil. Mereka akan beralih ke emas.

Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Platform Copy Trading
yang mendapatkan penghargaan Platform Copy Trading 
yang mendapatkan penghargaan
Bergabung sekarang juga

Contoh Historis Inflasi dan Emas

Kita pernah melihat contoh korelasi emas dan inflasi seperti ini pada 1970-an. Saat ini, peristiwa tersebut terulang dengan sedikit perbedaan. The Fed menaikkan suku bunga secara agresif sepanjang 1973. Hal ini menyebabkan harga emas terkoreksi sebesar 45%.

Beberapa tahun kemudian, Federal Reserve harus mengalah. Inflasi tahunan tetap berada di angka 5% tanpa perubahan. Inilah yang kita amati saat ini. Di satu sisi, inflasi bulanan cenderung menurun. Di sisi lain, inflasi tahunan masih sangat tinggi.

Kenaikan Suku Bunga Telah Berakhir

Begitu pasar menyadari bahwa kenaikan suku bunga The Fed telah berakhir, harga emas akan mendapat dorongan psikologis baru dan mencapai rekor tertinggi dengan menembus level $2.000 hingga $2.050, bahkan lebih tinggi.

Hal penting kedua yang perlu dipahami pasar adalah bahwa inflasi belum berakhir. Faktanya, belum ada resistance di atas. Artinya, harga emas bisa mencapai level berapa pun. Trader tidak perlu heran jika harganya mencapai $3.000 pada akhir tahun ini, betapapun terdengar tidak masuk akal.

Faktor lain yang dapat mendorong harga emas naik mencakup dibukanya kembali aktivitas ekonomi di China, yang diikuti guncangan besar dan tekanan pada komoditas. Selain itu, kita perlu mempertimbangkan kembalinya investor ETF Barat ke pasar, sementara bank sentral terus menambah cadangan emas mereka.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!