Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

Lebih Banyak Perusahaan Berperingkat Spekulatif Akan Gagal Bayar pada 2024

Lebih Banyak Perusahaan Berperingkat Spekulatif Akan Gagal Bayar pada 2024

Menurut laporan Moody’s yang dirilis pada Kamis, gagal bayar oleh perusahaan-perusahaan Amerika dengan peringkat kredit junk yang rendah kemungkinan akan meningkat pada kuartal I 2024.

Analis Moody’s menyebutkan bahwa tingkat gagal bayar di antara perusahaan-perusahaan AS dengan peringkat kredit terendah akan stabil di 4,1% pada akhir 2024, setelah mencapai puncak 5,8% pada kuartal ini, naik dari 5,3% pada November.

Pada Q3 2023, Moody’s mencantumkan 238 debitur korporasi dalam daftar “B3 Negative and Lower”, dibandingkan dengan 218 perusahaan pada tahun sebelumnya. Para pakar menilai bahwa kemungkinan organisasi-organisasi ini gagal membayar utang lebih besar.

Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Angka ini merupakan persentase tertinggi perusahaan AS berperingkat spekulatif sejak pertengahan 2021, yaitu 16%. Platform radio iHeart Communications dan Spirit Airlines (SAVE.N termasuk di antara perusahaan yang dimasukkan ke dalam daftar tersebut pada kuartal lalu. Pada Selasa, transaksi tersebut dihentikan.

Sebagian besar perusahaan yang gagal membayar utang pada Q4 2023 merupakan perusahaan swasta. Mereka berupaya mengubah utang yang ada melalui transaksi restrukturisasi utang bermasalah sebagai upaya terakhir untuk menghindari kebangkrutan. Sementara itu, jumlah gagal bayar meningkat menjadi 1,8x, dibandingkan dengan 1,3x pada 2023.

Situasi ini mencerminkan sejumlah masalah. Penurunan laba, melemahnya likuiditas, dan meningkatnya risiko pembiayaan kembali merupakan beberapa tantangan utama. Sebagian besar perusahaan yang tercantum dalam laporan Moody’s bergerak di sektor layanan kesehatan. Perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi risiko gagal bayar tertinggi pada 2023.

Secara keseluruhan, entitas berperingkat non-investment grade memiliki utang lebih dari $1,8 triliun. Menurut perkiraan, utang tersebut akan jatuh tempo antara 2024 dan 2028, sehingga peminjam akan semakin sulit membiayai kembali utang mereka atau memperoleh pinjaman baru, meskipun The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih cepat.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!