
Momentum trading masih tidak menentu di tengah libur Jumat Agung di pasar-pasar utama. Kekhawatiran menjelang rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) untuk Februari, indikator inflasi pilihan Federal Reserve (Fed), serta pidato Ketua Fed Jerome Powell juga dapat membebani pergerakan pasar.
Dolar AS masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut, sementara mata uang utama lainnya masih tertekan. Sementara itu, EURUSD turun ke level terendah dalam lima minggu, sedangkan GBPUSD bertahan di level rendah, dekat level terendah mingguan yang dicapai sehari sebelumnya.
USDJPY kesulitan melanjutkan pemulihan sehari sebelumnya, sementara AUDUSD masih tertekan di level terendah dalam tiga minggu. Selain itu, tekanan jual pada NZDUSD masih kuat, dengan pasangan ini berada di level terendah sejak pertengahan November 2023, sedangkan USDCAD mengakhiri penurunan selama empat hari berturut-turut. Perlu dicatat bahwa USDCHF mengabaikan penguatan Dolar AS dan terkoreksi selama tiga hari dari level tertinggi dalam lima bulan, dengan mencatat pelemahan tipis di dekat ambang 0,9000.
Selanjutnya, harga emas mundur dari rekor tertingginya dan bersiap mencatat kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut. Sementara itu, minyak mentah WTI bergerak di sekitar level tertinggi dalam beberapa bulan, sedangkan Brent bertahan di dekat level tertinggi mingguannya setelah mencatat kenaikan terbesar dalam dua pekan.
Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan, meski sejauh ini pergerakannya kurang bergairah.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Indeks Dolar AS (DXY) naik ke level tertinggi dalam enam pekan pada Kamis, mengikuti kenaikan imbal hasil setelah sebagian besar data AS dirilis positif. Meski demikian, indeks greenback terhadap enam mata uang utama sejauh ini bergerak naik tipis pada Jumat Agung, di tengah momentum yang lemah dan sikap hati-hati menjelang rilis data penting AS.
Pada Kamis, Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk Maret melonjak ke level tertinggi dalam 32 bulan berdasarkan pembacaan final. Sementara itu, estimasi terakhir Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat (Q4) 2023 juga lebih baik daripada perkiraan awal sebesar 3,2%, dengan naik menjadi 3,4% secara tahunan.
Saat Dolar AS tetap menguat, EURUSD tertekan oleh data Jerman yang mengecewakan dan dorongan para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga lebih awal. Sementara itu, GBPUSD gagal menguat menyusul komentar hawkish dari pembuat kebijakan Bank of England (BoE), Jonathan Haskel, karena angka final PDB Inggris untuk Q4 mengonfirmasi kontraksi ekonomi.
Selain itu, AUDUSD, NZDUSD, dan USDCAD mencerminkan statusnya sebagai barometer risiko serta penguatan Dolar AS, terutama ketika petunjuk dari dalam negeri kurang menjanjikan. Meski demikian, data Jepang yang beragam dan penolakan para pejabat Bank of Japan (BoJ) terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut menantang trader USDJPY, karena pasangan ini bersiap mencatat kerugian mingguan pertama dalam tiga pekan.
Di sisi lain, kekhawatiran akan kelangkaan pasokan mendorong minyak mentah mencatat kenaikan harian terbesar dalam sepekan, meski Dolar AS menguat. Harga emas juga bergerak serupa dengan menembus level teknikal penting dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebelum terkoreksi hari ini.
Meski sebagian besar pasar tutup hari ini, rilis Indeks Harga PCE Inti AS yang dijadwalkan—indikator inflasi yang menjadi acuan favorit Fed—serta pidato Ketua Fed Jerome Powell akan membuat trader tetap waspada. Meski begitu, pergerakan tajam tidak dapat dikesampingkan jika data AS dirilis lebih kuat dari perkiraan dan pernyataan hawkish Powell mendukung dolar AS serta memicu koreksi harga komoditas.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!