Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

USDJPY kembali mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun, di sekitar pertengahan 155, menjelang data penting AS dan BoJ

USDJPY kembali mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun, di sekitar pertengahan 155, menjelang data penting AS dan BoJ

Sentimen risiko melemah pada awal Kamis karena kekhawatiran yang meningkat terkait Timur Tengah menambah kecemasan menjelang rilis data, di tengah kecenderungan hawkish seputar Federal Reserve AS (The Fed).

Dalam kondisi ini, Indeks Dolar AS (DXY) kesulitan mempertahankan pemulihan pada hari sebelumnya dari level terendah dalam dua pekan, sementara EURUSD dan GBPUSD bergerak naik tipis.

Namun, USDJPY menjadi sorotan setelah naik ke level tertinggi baru sejak 1990, menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) pada Jumat.

Perlu dicatat bahwa AUDUSD dan NZUSD naik selama empat hari berturut-turut di tengah optimisme seputar langkah selanjutnya dari Reserve Bank of Australia (RBA) dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Sementara itu, USDCAD menghapus kenaikan korektif hari sebelumnya di tengah kenaikan harga minyak, mengabaikan katalis negatif dari Kanada. USDCHF bergerak naik turun di sekitar level tertinggi sejak Oktober 2023.

Sementara itu, harga emas masih lesu setelah melemah selama tiga hari berturut-turut dan menguji support utama jangka pendek saat berita ini ditulis. Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tipis, sedangkan saham Asia-Pasifik bergerak melemah.

Selanjutnya, BTCUSD dan ETHUSD memangkas sebagian kerugian harian terbesar dalam sepekan yang tercatat sehari sebelumnya, seiring trader kembali menilai kekhawatiran terkait persetujuan ETF Ethereum spot.

Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:

  • Minyak Brent kembali diminati dan berbalik naik setelah terkoreksi dari level tertinggi mingguan pada hari sebelumnya. Harganya naik tipis ke sekitar $88,20 saat berita ini ditulis.
  • Emas masih bergerak terbatas di kisaran $2,318-20 setelah turun selama tiga hari berturut-turut.
  • Indeks USD mengalami tekanan jual dan menghapus pemulihan hari sebelumnya, turun 0,16% intraday ke sekitar 105,65 pada pembaruan terbaru.
  • Wall Street ditutup bervariasi, begitu pula saham Asia-Pasifik . Selain itu, saham Eropa dan Inggris belum menunjukkan arah yang jelas pada jam pertama perdagangan.
  • BTCUSD dan ETHUSD memulihkan kerugian hari sebelumnya dengan kenaikan intraday tipis ke sekitar $64,500 dan $3,170 saat laporan ini ditulis.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

USDJPY menarik perhatian saat mendekati 160.00…

Baik kenaikan USDJPY menuju level tertinggi dalam beberapa tahun maupun sikap para pembuat kebijakan Jepang yang menolak pelemahan Yen, ditambah suasana hati-hati menjelang rilis PDB AS kuartal I, rapat BoJ, dan Indeks Harga PCE Inti, membuat pasangan Yen menjadi sorotan. Perlu dicatat bahwa kenaikan pasangan ini ke level tertinggi dalam 34 tahun didukung oleh berbagai faktor, mulai dari rebound Dolar AS hingga kecemasan pasar, serta kemungkinan kesenjangan kebijakan moneter yang lebih lama antara The Fed dan BoJ.

Pada Rabu, Pesanan Barang Tahan Lama AS bulan Maret secara mengejutkan naik 2,6% MoM, dibandingkan perkiraan 2,5% dan angka sebelumnya 1,3% (direvisi). Selain data AS yang positif, sentimen risk-off juga menopang pemulihan Indeks Dolar AS (DXY) dari level terendah dalam dua pekan. Namun, data Pesanan Barang Tahan Lama Inti yang lebih lemah dan konsolidasi menjelang PDB AS kuartal I belakangan ini membebani para pembeli Dolar AS.

Mengenai faktor utama yang berisiko memengaruhi pasar, Office for National Statistics (ONS) Inggris menyampaikan bahwa volume kargo yang melewati Terusan Suez turun 66% dari pertengahan Desember 2023 hingga awal April 2024, serta menyoroti kekhawatiran inflasi. Selain itu, Reuters mengutip citra satelit yang mengindikasikan keterlibatan China dalam menyediakan tempat berlindung bagi kapal-kapal yang terkait dengan pengiriman senjata Korea Utara-Rusia. Hal ini memperburuk sentimen saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi China. Dalam pernyataan awal kunjungannya, Blinken mengatakan, “AS menginginkan persaingan ekonomi yang sehat dengan RRT serta kesempatan yang setara bagi para pekerja dan perusahaan AS yang beroperasi di China.”

Meski pemulihan Dolar AS menekan para pembeli EURUSD pada Rabu, pasangan mata uang utama tersebut kembali menguat pada Kamis pagi di tengah komentar hawkish dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) dan data positif dari Jerman. Presiden Deutsche Bundesbank sekaligus Anggota Dewan Gubernur ECB, Joachim Nagel, mengatakan, “Pemangkasan suku bunga pada Juni belum tentu diikuti serangkaian pemangkasan suku bunga.” Selain itu, Indeks Iklim Bisnis IFO Jerman untuk April tercatat 89,4, di atas perkiraan 88,8 dan angka sebelumnya 87,9. Indikator IFO untuk Penilaian Kondisi Saat Ini dan Ekspektasi juga meningkat melampaui angka sebelumnya dan perkiraan pasar, sehingga menopang Euro.

Di sisi lain, GBPUSD mengabaikan pemulihan Dolar AS dan data Inggris yang mengecewakan hingga mencetak level tertinggi mingguan baru, dengan tren yang belakangan terus menguat. Sementara itu, Ekspektasi Pesanan Industri CBI Inggris untuk April merosot ke level terendah dalam tiga bulan, yaitu -23, dibandingkan perkiraan -16 dan angka sebelumnya -18. Hal ini mungkin terkait dengan pernyataan para pejabat Bank of England (BoE) pada awal pekan yang menepis kekhawatiran seputar pemangkasan suku bunga.

Takao Ochi, anggota senior Komite Urusan Keuangan Majelis Rendah Jepang, mengatakan bahwa pergerakan USDJPY menuju 160 (atau 170) dapat memicu tindakan dari para pembuat kebijakan karena mereka akan menganggapnya "berlebihan". Senada dengan itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi menyatakan kesiapan untuk merespons sepenuhnya pergerakan valas yang cepat dan tidak diinginkan. Karena itu, komentar yang menghambat kenaikan lebih lanjut pasangan yen tampaknya berpengaruh menjelang data/peristiwa penting, meskipun imbal hasil yang lebih tinggi membuat pihak bullish USDJPY tetap berharap.

Penguatan Dolar AS juga menekan harga minyak mentah, selain melemahkan harga emas. Ini terjadi meskipun data persediaan minyak AS mingguan menunjukkan penurunan stok yang tajam dibandingkan kenaikan sebelumnya. Hal ini mungkin juga terkait dengan berkurangnya pemberitaan negatif terkait risiko dari Timur Tengah, serta persiapan pasar menjelang rilis PDB AS kuartal I hari ini dan Indeks Harga PCE Inti AS pada Jumat, yang juga dikenal sebagai indikator inflasi pilihan The Fed.

Di sisi lain, USDCAD mengakhiri tren penurunan selama lima hari dengan rebound tajam. Penguatan Dolar AS terjadi bersamaan dengan melemahnya harga minyak mentah, komoditas ekspor utama Kanada, serta data Kanada yang kurang menggembirakan dan risalah Bank of Canada (BoC) yang bernada dovish. Penjualan Ritel Kanada tercatat -0,1% pada Februari, dibandingkan ekspektasi +0,1% dan angka sebelumnya -0,3%. Risalah BoC menyebutkan bahwa para pembuat kebijakan sepakat bahwa pelonggaran kebijakan moneter kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

  • Sinyal beli kuat: USDCAD, USDJPY, Dolar AS
  • Jual kuat: AUDUSD, NZDUSD, GBPUSD
  • Beli: BTCUSD, ETHUSD, Nasdaq, Emas
  • Jual: DAX, FTSE 100, BTCUSD, AUDUSD, EURUSD

Deretan data AS menjadi sorotan…

USDJPY jelas menjadi pasangan mata uang utama yang perlu dicermati oleh trader momentum. Ke depan, berbagai data AS akan menjadi perhatian pelaku pasar. Di antaranya, estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama (Q1) 2024 akan menjadi sorotan utama. Klaim pengangguran mingguan AS serta data bulanan Penjualan Rumah Tertunda AS dan Indeks Aktivitas Manufaktur Fed Kansas juga penting untuk dicermati.

Mengingat bias hawkish terhadap The Fed belakangan ini, yang didukung oleh kinerja positif indikator ekonomi AS, perkembangan positif lebih lanjut dalam data AS dapat membantu Dolar AS memangkas pelemahan mingguan dan menekan harga komoditas. Di antara komoditas tersebut, pelemahan harga emas hingga menembus $2,298 perlu dicermati karena dapat memicu penurunan signifikan harga logam mulia menjelang FOMC pekan depan.

Setelah data AS yang disebutkan di atas dirilis, rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) pada Jumat dini hari dan Indeks Harga PCE Inti AS, yang juga dikenal sebagai indikator inflasi pilihan The Fed, juga penting untuk dicermati dan dapat memicu pergerakan USDJPY yang signifikan. BoJ yang kemungkinan bersikap hawkish dapat memicu koreksi yang telah lama dinantikan pada pasangan Yen, tetapi sinyal inflasi AS yang lebih kuat dapat menahan penurunan USDJPY.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!